Kunci Kebahagiaan

•Oktober 17, 2014 • Tinggalkan sebuah Komentar

love-happiness-girl-heart-valentines-1920x1200

Tahukan kamu apa sebenarnya kunci kebahagiaan itu?

Sebagian besar orang saat ditanya apa tujuan dari hidupnya, maka dia akan menjawab tujuan hidup adalah mencari kebahagiaan. Tapi tahukan kamu apa sejatinya kebahagiaan itu dan bagaimana kita bisa selalu merasa bahagia dengan segala yang kita punya. Karena terkadang saat orang lain merasa kita punya segala sesuatu yang bisa membuat kita selalu bahagia, kita sendiri merasa kita belum bahagia. Kita masih ingin mengejar kebahagiaan-kebahagiaan lain yang belum kita dapatkan.

Pertama yang harus kita sadari adalah apa-apa yang menurut kita bisa membuat kita bahagia ternyata itu semua hanya bisa menghadirkan kebahagiaan semu. Mungkin kita akan bahagia saat kita punya banyak uang, kita punya orang-orang yang selalu menyayangi kita, kita bahagia saat kita dipromosikan naik jabatan dan sebagainya. Tapi semua itu hanya sementara, kita akan merasa kehilangan kebahagiaan itu saat kita merasa kekurangan. Saat uang yang kita punya hanya sedikit, saat orang yang kita sayangi pergi meninggalkan kita, maka kita akan tidak merasa bahagia.

Lalu bagaimana cara kita untuk mendapatkan kebahagiaan yang sejati, yang tidak akan luntur karena hal-hal sepele? Ya. Tentu saja.. semua orang tahu. Jawabannya adalah dengan bersyukur. Bersyukur kepada Allah atas segala yang kita punya dan merasa cukup atas semua itu adalah kunci mendapatkan kebahagiaan sejati. Dimana kita akan merasa apa yang kita punya membuat kita merasa bahagia bagaimanapun keadaannya.

Tapi ternyata untuk mencapai hal itu, ternyata butuh kesadaran nurani yang amat dalam dan tak tergoyahkan (hehe..bahasanya tinggi sekali).

Dan ternyata, ada hal yang begitu simpel yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan kebahagiaan yang sejati tanpa harus berusaha begitu keras. Apa itu?

Seseorang pernah berkata kepada saya “kunci kebahagiaan itu adalah jangan menggantungkan kebahagiaan kita kepada orang lain atau hal apapun”. Kita boleh saja bahagia karena orang lain, karena materi yang melimpah, tapi jangan sekali-kali menggantungkan kebahagiaan itu kepada apapun karena sejatinya, kebahagiaan itu ada pada diri kita sendiri. Ya, kita akan mendapatkan kebahagiaan yang sejati saat kita menyadari bahwa kita tisak menggantungkan kebahagiaan kita kepada siapapun atau apapun melainkan diri kita sendiri. Terus, bagaimana kita bisa melakukannya?

Saya melalui proses yang cukup panjang sampai akhirnya menyadari hal itu. Pernahkan kita merasa melalui hari yang begitu menyebalkan, merasa begitu kesal kepada seseorang dan membuat kita naik pitam hingga kita ingin marah-marah dan memaki-maki? Saat itulah kita merasa kebahagiaan lenyap dari hati kita, atau setidaknya tersisih sementara. Lalu bagaimana kita mengembalikan kebahagiaan itu agar hati kita selalu tenang dan nyaman dan dapat melalui hari-hari kita dengan bahagia? Caranya adalah kita harus menyadari bahwa semua hal itu tidak akan mempengaruhi kebahagiaan kita karena yang menentukan kita bahagia adalah diri kita sendiri. Buang segala perasaan tidak menyenangkan dan bahagialah karena diri kita sendiri. Dengan merasa bahwa hal-hal buruk itu tidak akan mempengaruhi kebahagiaan kita, maka kebahagiaan itu akan muncul lagi dalam diri kita. Ibarat kebahagiaan itu adalah matahari di hati kita, jika dia tertutup awan kelabu, saat kita merasa awan itu tidak dapat menghalangi sinar matahari, maka awan itu akan memudar dengan sendirinya dan matahari akan kembali bersinar memenuhi hati kita dengan kebahagiaan bahkan tanpa suatu alasan apapun. Dan saat kita bisa melakukan itu semua, maka tidak ada satu hal pun yang bisa menghalangi hati kita untuk merasa bahagia.

Jadi, siapkan kamu untuk selalu bahagia?

TGT (Toleransi Glukosa Terganggu)

•Mei 7, 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sudah hampir 3 (tiga) minggu aku minum tudiab (metformin 500mg), masih bersama dengan cripsa.. cukup teratur lah minumnya..Sampai pada suatu hari (3/5-12) aku iseng datengin dokter kantor.. awalnya sie mau periksa tensi aja yang ternyata stay di 100/70..terus tanya deh sama dokternya kenapa aku sering pusing kayak orang kurang darah..

Sama dokternya aku juga cerita kalo aku disuruh minum tudiab (metformin 500 mg) sama ObGyn.. eh, dokternya terus nyuruh aku tes gula darah takutnya pusing itu karena gula darahnya kurang secara kan lagi minum tudiab..

Pas di tes, gula darah aq 152.. which is itu ngukurnya pas 2 jam setelah makan.. dokternya cuma komen “agak tinggi ya gula darahnya”..

jeng jeng jeng jeng..

Awalnya sie ga terlalu aku peduliin.. tapi lama-lama sedikit khawatir juga… apalagi kan aku lagi program baby.. takutnya nanti mengganggu proses ovulasi atau pembuahannya.. huks..

akhirnya cari tau deh tentang gula darah.. dari paman google dapet banyak informasi seputar gula darah.. dan aku baru tau kalo ternyata aku kena Toleransi Glukosa Terganggu yaitu kadar gula darah 2 jam setelah makan antara 140 – 200.. dan itu tidak boleh di abaikan begitu saja karena beresiko terkena Diabetes Tipe II..

Sekarang udah hari ke 10 siklus mens-ku.. berharap banget buat periode ini bisa punya baby meskipun masih 5 hari lagi baru ketemu suami.. tapi mesti jaga kesehatan dan berusaha nurunin gula darah nie.. Semoga ovulasi tidak datang terlalu cepat.. fiufh..

Keep fighting buat calon baby..

Awal Perjalananku

•April 12, 2012 • 8 Komentar

Akhirnya setelah menunggu selama tiga belas hari, dengan penuh keingintahuan, aku kembali mendatangi dr. Wardah SpOG di apotik sentausa. Kali ini adalah jadwalku untuk cek sel telur karena ini adalah hari ke 13 siklus mens ku. Sesuai dengan yang dijadwalkan dokter, aku datang tanggal 10 April.

Oh iya, aku belum banyak cerita ya.. ^^ Aku ceritain dari awal ya..

Aku sudah empat bulan menikah, tapi belum juga dikaruniai anak, ya maklum lah.. intensitas bertemu dengan suami saja sudah sangat jarang, belum lagi siklus menstruasiku yang tidak teratur.. uffhh.. akhirnya aku putuskan untuk menemui dokter kandungan.

Dari modal tanya-tanya ke ibu-ibu di kantor, dapatlah informasi seputaran dokter kandungan di bandar lampung. Sebagian besar sie menyarankan dokter Tigor, tapi mengingat daftar tunggunya yang sampe berhari-hari, akhirnya aku memutuskan untuk menemui dokter Wardah.

Tanggal 26 Maret kalo ga salah, pertama kalinya aku periksa ke dokter Wardah. Sampe ditempat dokter sekitar jam tujuh kurang dan ternyata aku datang lumayan awal tapi dapet nomor urut 31 which is nunggunya pasti ber jam-jam.. namanya juga belum punya pengalaman, lain kali pasti aku booking nomer dulu deh via telepon..

Akhirnya jam 9 malem aku diperiksa sama dokternya, untuk cek pertama, aku di USG. USGnya dua kali, USG biasa atau lewat luar sama USG trans V, intinya sie buat nge cek rahimnya, setelah itu cerita lah sama dokternya kalo siklus aku ga teratur. Bulan kemarin siklusku sampe 45 hari, dan waktu tanggal 26, siklusku sudah sampe 39 hari tapi belum mens juga, akhirnya sama dokter dikasih rujukan ke lab nya untuk tes kehamilan yang aku sendiri sudah tau hasilnya pasti negatif, tapi demi kelancaran pemeriksaan, gapapa deh aku tes lagi..

Tanggal 27 Maret jam sepuluh pagi aku udah ngacir dari kantor bawa sampel urin ke apotik sentausa. Tesnya sie sebentar banget, cuman 15 menit, abis itu hasil labnya diserahin deh ke dr Wardah. Setelah dokternya baca hasil lab, dia ngasih aku resep dan bilang kalo nanti pada saat menstruasi hari pertama atau hari kedua harus cek lagi.

Ternyata sama dokternya aku dikasih obat namanya ‘cripsa’ ada 20 butir kecil-kecil dan harus dimakan sehari 2 x 1/2 tablet. Awal minum obat itu badanku panas ga ketulungan selama 2 hari sampe aku menstruasi, saking ga tahannya kadang aku sampe minum paracetamol buat ngurangin panasnya. Belakangan aku tanyain sama dokter kantor, katanya itu obat menstimulasi tubuh  merangsang hormon biar akunya menstruasi. Ufh, untung cuman dua hari..kalo terus-terusan kan parah.

Dua hari setelah minum obat itu, tanggal 29 Maret akhirnya menstruasi yang ditunggu-tunggu datang juga.. Lega rasanya.. Karena saking excitednya buat tau tahap selanjutnya, hari itu juga aku ke dokter buat cek lagi. Sampe ditempat dokternya, masih dr Wardah, aku di USG lagi dan belakangan juga aku tau kalo ternyata USG pada saat menstruasi itu buat melihat kista di dalam rahim.

Setelah di USG sama dokter, dokternya sie ga bilang apa-apa.. cuma ngasih resep lagi buat ditebus sama suruh lanjutin minum cripsanya dan suruh balik lagi buat cek sel telur pada hari ketigabelas siklus menstruasi.. Ternyata sama dokter aku dikasih clovertil untuk 5 hari diminum 1tablet sehari. Dari hasil googling, aku tau ternyata clovertil itu buat nyuburin sel telur atau semacamnya deh.. hehe

Setelah menunggu selama 13 hari, aku akhirnya kembali mendatangi dr. Wardah dengan penuh semangat (semangat 45 kali ya ^^). Kali ini pemeriksaannya kembali dengan USG Trans V karena sel telurnya ga kelihatan kalo pake USG luar. Pada saat di ukur, sel telurku sudah sampe ukuran 1.78 cm dimana ukuran normal untuk sel telur matang adalah 1.8 – 2.0 cm. jadi kata dokter kalo berhubungan mesti hari ke 14-18 siklus mens biar bisa pembuahan karena itu masa ovulasi sel telur.

Abis itu sama dokternya dikasih resep buat aku sama suami. Buat aku masih dikasih cripsa tapi dosisnya dikurangin jadi cuma 1 x 1/2 butir sehari dan dikasih obat diabetes ‘TUDIAB’, kata dokter itu buat nyuburin gitu deh. Sedang buat suamiku tersayang, dikasih maxivit dan proxidan. Dua-duanya itu vitamin buat menambah daya tahan tubuh.

Perasaannya sie seneng karena semua sudah dicek dan semuanya normal, tapi sayangnya, aku dan suami belum bisa menjalankan programnya bulan ini, secara jarak yang jauh masih membentang antara Bandar Lampung dan Purworejo – Jawa tengah, mana kemarin baru pulang dari jawa.. terpaksa deh nunggu bulan depan baru bisa menjalankan programnya..eemm udah ga sabar nie..

Bulan depan, demi program punya baby, aku merelakan cutiku yang tinggal 3 hari.. huks huks.. gapapa deh, yang penting semangat empat lima Chayo!! ^^

oh iya, sampe hari ini, aku belum berani minum obat TUDIAB nya, selain karena pilnya yang segede gaban, juga karena masih berharap siapa tau bulan ini udah dikasih rejeki sama Allah.. amin.. duh ngarep banget ya.. hehe.. nanti kalo udah pasti negatif baru deh mulai minum obatnya .. ^^

Tentangku

•April 10, 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

Simple, satu kata yang sangat tepat menggambarkan betapa itu aku..
Terkadang saking ga mau repotnya, aku selalu ingin menggampangkan semua urusan..
jelek memang..tapi aku belajar..
Karena hidup bukan hanya tentang membuat suatu keputusan.. tapi hidup itu adalah pembelajaran..
Bagaimana kita belajar untuk menjadi lebih baik..
Semua tergantung bagaimana kita menjalaninya..